MENCORET-CORET KATANYA!!!!
Agilvi Oktora Nurradifan
Selasa, 04 Oktober 2016
Ngomongin Menikah
Jumat, 30 Mei 2014
Sahabat! Dalam waktu Singkat 2
Dia teman sejak dulu, dia selalu menjadi teman. Bukan hanya teman bagiku, tetapi 'Sahabat'. Kita selalu dekat, kita selalu bersama. Sampai orang-orang menganggap kita sodara kembar padahal beda orang tua. Dalam hidup ini tidak semua yang bersama bisa selalu bersama selamanya, daun yang tumbuh bersama pohon, tidak bisa tumbuh terus bersama selamanya. Pohon bisa begitu saja ditinggal kan daun yang terbang terbawa angin. Sama seperti persahabatan yang bisa begitu saja berpisah walaupun tumbuh dewasa bersama. Namun, yang namanya sahabat akan selalu ada tempat di hati ini. Sama sepertiku yang selalu memberi ruang untuk sahabatku. Ketika kita dipisahkan dengan jarak yang tidak terlalu jauh kita masih bersahabat, ketika kita makin dipisahkan dengan jarak yang semakin jauh kita tetap bersahabat, ketika kita dipisahkan dengan waktu yang lama kita tetap bersahabat, dan kita ketika dipisahkan dengan jarak dan waktu kita tetap bersahabat. Namun, semakin jauh jarak kita, semakin lama waktu kita bertemu, dan semakin sering kita sibuk dengan kesibukan masing-masing. Kita semakin kuat. Hanya dikit waktu kita bertemu untuk sekarang ini kawan, hanya sedikit waktu yang bisa kita habiskan sekarang ini, segala pertemuan kita selalu singkat tapi berisi. Segala pertemuan kita selalu berharga walau hanya singkat. Karena kau 'Sahabat! Dalam Waktu Singkat'. Kaulah sahabatku 'UTA', sesibuk apapun kita selupa apapun kita, dan sesingkat apapun pertemuan kita, kau tetaplah sahabatku.
Tribute to Assyri Muhhamad Putra my best friend forever :')
Selasa, 27 Mei 2014
Melancong di Kota bersejarah dan Epic, Kota Semarang
Melancong kali ini saya dan sob saya si Sayid a.k.a Nino biar keren katanya melancong ke sebuah kota pusat Pemerintahan Jawa Tengah yaitu "Semarang". Awalnya pergi tanpa tujuan dan persiapan yang apa adanya ini memang benar nyatanya tanpa rencana yang matang. Gatau kenapa tiba-tiba Nino mengajak saya pergi tepat saya bangun tidur. Niat utama perjalanan hanya menuju ke Barat, entah ingin mencari kitab suci atau apalah. Semarang menjadi destinasi tujuan tepat pada saat terbelenggu tanpa tujuan saat itu. Disana merupakan kota yang cukup banyak menyimpan sejarah, karena itu saya cukup senang pergi kesana. Semarang disebut kota Atlas, kata Atlas merupakan singkatan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan Sehat. Semarang juga merupakan kota yang penuh dengan sejarah, awalnya kota Semarang sekitar pada abad ke-8M merupakan daerah pesisir yang dulunya bernama Pragota dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram kuno. Daerah ini dulu kala merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat adanya pengendapan, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan nah jadi bagian kota Semarang bawah yang kita kenal sekarang ini dahulunya adalah laut. Pelabuhan dulunya tuh di daerah Pasar Bulu yang sekarang ini dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tapi sayang melancong saya gak sampai kesana. Perjalanan pertama saya saat itu menuju ke Kota Lama, kota peninggalan Belanda yang masih cukup terjaga keasliannya. Kota Lama disebut Outstadtatau Little Netherland mencakup setiap daerah di mana gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Namun seiring berjalannya waktu istilah kota lama sendiri terpusat untuk daerah dari sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo. Dan Kota Lama dahulunya tuh merupakan pusat perdagangan pada abad 19-20. Bentuk bangunan di Kota Lama ini sudah jelas bergaya Eropa banget, karena Belanda datang kesini dan buat bangunannya sama seperti yang ada di rumah dia jadi biar berasa dirumah sendiri. Bangunan-bangunan di Kota Lama ini sangat epic, ada sebuah bangunan yang epic dan masih dipakai fungsinya sama seperti dulu kala yaitu Pabrik Rokok Praoe Lajar. Pabrik ini masih membuat Rokok engga berubah fungsinya.
![]() |
Bangunan Pabrik Rokok Praoe Lajar |
Di Kota Lama tidak hanya bangunan Pabrik Rokok Praoe Lajar ini saja yang epic, tapi banyak bangunan-bangunan peninggalan Belanda yang lebih epic. Jika kalian kesana jangan lupa memoto setiap bangunan yang memang epic dan patut di foto, karena disana biasa dibuat tempat hunting para fotographer.
Setelah berfoto-foto ria di kota lama, saya menuju ke toko es krim ala kolonial gitu, namanya Toko "Oen". Toko yang berdiri sejak 1936 ini tidak hanya menjual es krim ala kolonial tapi juga ada roti dan juga Makanan berat lainnya. Toko yang sekaligus restaurant ini berada di Jalan Pemuda No 52, tepatnya di jalur sibuk di Semarang. Harga es krim disana cukup terjangkau kok, kisaran Rp. 15.000 keatas satu menunya. Waktu itu saya dan teman saya memesan Charlotten ice cream dan Vruchten Sorbet, nama yang masih kolonial banget dan pelayanan disana juga masih ala-ala kolonial, pokoknya berasa hidup di jaman kolonial.
![]() |
Charlotten and Vruchten Sorbet Ice Cream |
![]() |
Lawang Sewu |
Selain ada pameran tentang Sejarah Kereta Api di Lawang Sewu kita juga bisa ke rooftop Lawang Sewu, memang ga semua ruangan bisa kita jelajahi, karena ada ruangan yang masih sedang di pugarkan. Di rooftop Lawang Sewu ini kita bisa melihat keseluruhan Bangunan ini, ternyata fungsi rooftop Lawang Sewu ini cukup menarik. Kata teman saya Nino, dulu Belanda membuat rooftop yang luas dan dibuat beberapa lubang kecil di pinggirnya yang seperti jendela ini mempunyai fungsi untuk membuat isi dalam bangunan Lawang Sewu ini tetap dingin, jadi fungsinya seperti AC/pendingin ruangan. Agar kondisi Lawang Sewu tetap adem karena cuaca yang tropis di Indonesia ini dibuatlah fungsi rooftop yang seperti itu, dan juga ruang bawah tanah yang fungsinya sama seperti di rooftop hanya saja ruang bawah tanah di Lawang Sewu ini menggunakan air sebagai alat pendinginnya. Ngomong-ngomongin ruang bawah tanah di Lawang Sewu, disana juga merupakan ruangan yang paling sering dikunjungin para pengunjung. Ruangan tersebut konon katanya merupakan ruangan paling penuh mistis, ya memang hampir seluruh bangunan di Lawang Sewu ini mempunyai aura mistis, tapi ruang bawah tanah merupakan tempat paling mistis. Konon katanya disana pernah dijadikan penjara oleh para tentara Jepang dan juga menjadi tempat pembantaian. Sayangnya pada saat itu ruang bawah tanah sedang di tutup karena ada pemugaran.
![]() |
Rooftop Lawang Sewu |
Rabu, 21 Mei 2014
Budi si Pemimpin Upacara
"Budi, sini nak!", Panggil Bu Ani.
Budi pun menghampiri Bu Ani dengan gagah nan beraninya.
"Ada apa wahai Ibu Guru?" dengan lemah lembut Budi menjawab.
"Besok Senin depan, kelas kita jadi petugas upacara, kamu jadi Pemimpin Upacaranya ya nak?", Kata Bu Ani.
Sambil melompat saking kegirangannya Budi pun menjawab, "Baik bu Guru!".
Sepulang sekolah Budi dan teman sekelasnya mulai latihan untuk upacara senin depan. Dengan penuh semangat Budi berlatih dan teman-temannya pun tidak semangat berlatih karena sangat males menjadi petugas upacara. Setelah selesai latihan upacara, Budi pun langsung berlari pulang kerumah, dia tidak lelah walaupun jarak dari sekolah kerumahnya cukup jauh dan harus naik Bis antar propinsi, tapi karena sudah terlalu bersemangat dia pun lari menuju rumah untuk memberitahu kabar gembira ini kepada Ibu nya. Dengan keringat serta wajah yang pucat dan juga kaki yang keram Budi pun sampai dirumah dan langsung pingsan.
Kemudian, dia bercerita kepada Ibu nya bahwa dia akan menjadi pemimpin upacara bendera.
"Buuu e....Bu ee", Panggil Budi ke pada Ibunya.
"Opo toh le? wes adus rung? adus sek wes maghrib", jawab Ibunya.
"oh enggih bu.." Jawab Budi sambil ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Budi melanjutkan niatnya untuk bercerita kepada Ibunya.
"Buu ee.....Bu eee." Panggil Budi sambil memakai baju.
"Opo toh le? Mangan dulu sana?" Suruh Ibunya kepada Budi.
"oh enggih bu" Jawab Budi sambil ambil piring dan nasi beserta lauknya.
Setelah selesai makan, akhirnya Budi bercertia kepada Ibunya.
"Bu ee.. udah jangan disuruh-suruh lagi yah bu, Budi mau cerita dulu" Dengan nada melas Budi bicara ke Ibunya.
"Ono opo toh le?" Jawab Ibunya yang tadinya ingin menyuruh Budi belajar dan tidak jadi.
"Bu, akhirnya penantian yang sudah lama ini dan sangat aku nantikan ini bakal terwujud bu" Jawab Budi dengan nada haru dan meneteskan air mata.
"Heleh, lebaay! wes belajar sana" jawab Ibunya.
"Bu akhirnya Budi menjadi pemimpin upacara Bu, sebuah tugas yang sangat penting Bu, tugas yang berat ini akhirnya Budi dapatkan bu, betapa indahnya hidup ini bu akhirnya Budi bisa jadi pemimpin upacara" Jawab budi sambil menunduk dan meneteskan air mata harunya.
"Syukurlah nak kalo begitu" Jawab Ibunya sambil mengelap air mata yang menetes di pipi Ibunya dengan bahunya sambil mengupas bawang buat bikin sambel pecel.
Setelah itu Budi pun pergi kekamarnya dan tidur karena kakinya pada pegal.
Keesokan harinya pada hari minggu Budi bertemu dengan teman-temannya di sebuah warung dan menceritakan kalo dia akan jadi pemimpin upacara, dia pun becerita keseluruh warga kampungnya hingga masuk headline di koran kampung.
Akhirnya hari senin pun tiba, hari yang sangat di tunggu-tunggu Budi. Jam 4 pagi Budi sudah terbangun dan sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, padahal masuk sekolah masih 3 jam lagi.
"Budiiii, nyarap dulu le!" panggil Ibunya ke Budi yang berada di kamar.
"Enggih Bu" Jawab Budi.
"Makan seadanya ya le Ibu lagi ga masak enak" Kata Ibunya.
"loh lauknya sambel tomat tok Bu!" Jawab Budi.
"Sudah makan aja, cangkeman wae" jawab Ibunya dengan nada tinggi.
Lalu Budi pun menyantap sarapannya walaupun sedikit terpaksa, namun agar tidak kelaparan saat memimpin akhirnya Budi menghabiskan sarapannya. Setelah sarapan Budi pun berangkat dan meminta restu kepada Ibunya.
"Budi berangkat dulu ya Bu, doa kan Budi sukses menjadi pemimpin upacaranya dan menjadi pemimpin teladan, bijaksana, dan anti korupsi" Kata Budi dengan meneteskan air mata sambil mencium tangan Ibunya bekas memotong cabe dan bawang.
"Iyoo le, belajar sing bener!" Jawab Ibunya.
Sesampainya di Sekolah jam 5 pagi, Budi datang paling awal sampai-sampai gerbang sekolah pun belum di buka karena satpam sekolah belum datang. Kemudian petugas upacara mulai mempersiapkan diri, Budi pun mulai persiapkan posisinya di lapangan. Pukul 7.00 upacara pun di mulai. Budi mulai berjalan ke tengah lapangan dengan gagahnya. Ini merupakan impian Budi selama hidupnya, Budi pun begitu meresapi jalannya upacara, karena jika dia gagal dia akan malu dan akan merasa jati dirinya hilang. Tiba-tiba hal yang tidak diduga datang menghampiri Budi, perut Budi mendadak sakit. Ketika itu upacara masih berada di acara pengibaran bendera. Perut Budi semakin sakit dan sakit, mungkin karena sarapan tadi. Muka Budi sudah pucat dan keringat dingin pun bercucuran. Dengan sikap tegak dia mempertahankan agar "pup" nya tidak keluar. Sambil berkeringat dingin serta muka pucat dan ditambah lagi semeliwir angin yang berhembus disekitarnya Budi tampak panik dan sangat tegang karena masa depannya tergantung dengan kejadian ini. Pantat dia sudah merapat dan sangat merapat untuk mempertahankan itu, seakan-akan pantat itu mengeras dan begitu kencang. Dia benar-benar tidak tahan, dia benar-benar mencoba bertahan agar eksistensinya sebagai pemimpin upacara yang teladan, bijaksana, dan anti korupsi tidak rusak begitu saja. Dia pertahankan begitu keras sampai muka penuh dengan keringat dingin yang membasahi hidungnya. Namun sakit perut yang dirasakannya sangatlah luar biasa, sakit perut itu seperti akan membunuh dia seketika, rasanya bagaikan isi perut itu seperti dicabik-cabik dan "pup" nya yang sudah berada didepan lubang hitam tidak tahan lagi yang ingin keluar seakan-akan "pup" nya saling dorong mendorong untuk keluar dari lubang hitam. Tetapi Budi mencoba melawan dan menutup lubang hitamnya itu dengan posisi siap tegak dan merapatkan kedua kakinya dan mengeraskan bagian pantatnya. Namun akhirnya bencana ini tidak bisa dihindari Budi ketika pembawa acara berkata, "Amanat dari pembina upacara, peserta upacara di istirahatkan".
Dengan nada terbata Budi berkata "Isti...raa...haa...t.. di..Te....m...pat... GERAK!". Duaaar!!!!(sensor)
Tamat
Note: Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama mohon maaf namanya juga becanda. Untuk ending dibayangkan sendiri bagaimana kelanjutannya karena penulis susah menceritakannya dan kalian pasti paham! TERIMA KASIH
Jumat, 16 Mei 2014
Katanya Misteri
Senin, 12 Mei 2014
Curhatan Masa Peralihan
Masa kuliah buat gua tuh masa kita buat hidup lebih realistis, gabisa lagi kita manja kaya SMA yang apa ini apa itu ada Guru, kuliah itu bikin kita emang harus mandiri dan emang bikin kita dewasa, kenapa? Ya karena masa kuliah ga kaya SMA yang bisa santai, kalo lu kuliah santai ya masa depan lu juga bakal dateng dengan santai yang entah kapan. Pertama gua masuk kuliah memang pikiran gua masih keinget yang namanya masa SMA, gua juga masih mikir kalo pelajrannya itu masih kaya SMA dan caranya pun kaya SMA, tapi ternyata semua itu gak bener. Kuliah lebih berat seakan kita harus dibuat berpikir terus selama hidup, napas aja juga harus mikir kali. Apalagi gua ini anak kuliah perantauan yang sekarang bakal hidup di kota orang demi pendidikan. Jadi anak kost inilah yang buat kuliah makin berat rasanya, bayangin biasa kita dirumah tidur nyaman, makan ada terus, kemana-mana enak, duit tinggal minta, dan semua hal enak di rumah tuh seakan hilang saat lu merantau jadi anak kuliahan.
Pertama kali gua jadi anak rantau memang homesick banget, apa-apa pengen pulang aja rasanya, penderitaan lagi ngelihat temen kost yang bisa pulang tiap minggu karena dari kota tempat kuliah sama rumahnya hanya beberapa kilo meter ga kaya gua yang jaraknya beratus kilo meter. Tapi gua tetep jalanin ini semua dan gua asikin sih pastinya, pahit emang rasanya tapi itu cuma di awalnya aja lambat laun pasti kita nemuin kebahagian di kota rantau kita ini. Jadi anak kost itu juga menyenangkan kok, lu bisa bebas, bisa pergi kemana aja entah mau pulang jam berapa, mau kamar berantakan juga bisa. Tapi yang lebih seru tuh kita punya temen yang sama kaya kita yaitu anak rantau, temen kost tuh mungkin jadi orang pertama yang lu deket pas disini, karena tanpa mereka lu bakal susah hidup apalagi merantau gini. Semakin lu nikmatin hidup lu merantau semakin dapet kebahagiaan akan kota rantau lu, ya itu sih yang gua rasain sekarang.
Teman-teman kuliah, teman kost, susana kota dan lainnya yang ada disini bikin gua bisa lebih hargai hidup. Mungkin memang alur hidup seseorang yang memilih buat merantau jadi mahasiswa tuh kaya gini Homesick - mencoba dijalanin - mulai menikmati - semakin menikmati - sangat semakin menikmati - lebih sangat semakin menikmati - saking menikmatinya kuliah lebih dari 4 tahun! - lulus kuliah males balik ke kota asal. Kalo menurut gua sih gitu, soalnya kita juga bakal berat ninggalin semua yang kita mulai dari nol. Mungkin gua bakal sedih sih kalo setelah lulus nanti gua bakal cabut dari kota rantau gua ini, segala sesuatu gua dapet disini dan semua dari nol. Kita tuh memulai kehidupan baru kita dan kita tuh bener-bener mulai semua dari awal kecuali dari lahir yah, aneh banget lu lahir langsung merantau. Jangankan gua yang misalnya bakal pergi, temen gua yang udah pasti lulus duluan dan bakal kembali ke pangkalan duluan aja berat banget rasanya lihat dia pergi, bukan karena dia lulus duluan dan pinter duluan tapi karena kita temenan dan sesama perantau dan udah jadi temen banget tapi kita pisah karena masa kuliah usai dan entah kapan ketemu lagi, itu pasti berat banget jadi dia dan jadi temen-temen deket lainnya.
Buat kalian yang mungkin ga ngerasain namanya merantau bersyukurlah kawan kesedihan kalian cuma sedih teman kalian pergi dan ga ngerasain gimana sedihnya ninggalin kota kalian ini. Karena anak rantau yang bakal pergi ninggalin kota rantaunya tuh kaya kehilangan dompet sama isinya yang ada di dompet, yaa sudah harus ninggalin temen yang udah nemenin kita pas sendiri disini ditambah lagi harus ninggalin kota yang ngasih segala pengalam berharga disini karena semuanya itu ga mungkin bakal keulang, mungkin kita bisa aja balik lagi kesini bisa aja liburan atau apa tapi semua bakal beda rasanyaa saat kita merantau disini. Kaya kalian datang ke SMA kalian, kita kangen-kangenan tapi kita cuma bisa inget masa lalu gabisa kita rasain kangen itu, yang bisa kita rasain cuma kenangannya aja. Jadi, jangan sia-siakan kehidupan ini kawan, jangan terlalu merasa kalo hidup yang lu jalanin itu ga ada yang seru, jangan nunggu keseruan itu tapi kita buat keseruan itu bukan kita tunggu! ciptakan moment jangan tunggu moment, kata-kata yang gua dengar dari sebuah film dan itu tepat banget, kaerna kebahagian kita yang buat.
Jumat, 02 Mei 2014
Sahabat! Dalam Waktu Singkat
Sedhaaaaap gila kata-katanya hahahahahaha